Selasa, 30 Mei 2017

kepribadian

pada pembahasan kemarin kita telah menjelaskan tentang keceradasan, maka kali ini kita akan membahas tentang kepribadian. sebelum, lebih jauh kita membahas tentang kepribadian maka lebih baik kita mengetahui apa itu kepribadian.
Kepribadian merupakan salah satu ruang lingkup psikologi yang cukup populer dan juga banyak diminati. Hal ini mungkin disebabkan karena kepribadian bersifat unik, dan juga cenderung menarik, karena kepribadian tiap – tiap orang berbeda – beda. Namun ternyata, di dalam Psikologi sendiri, terdapat beberapa macam gangguan kepribadian. Disebut sebagai gangguan kepribadian, karena kepribadian yang dimiliki oleh indivdu cenderung aneh dan tidak biasa, serta bisa dikatakan mengganggu, baik dirinya sendiri maupun mengganggu orang lain. Berikut ini adalah 10 gangguan kepribadian menurut Psikologi (diambil menggunakan pedoman DSM – IV – TR)

1. Paranoid

Merupakan salah satu gangguan kepribadian, dimana mereka yang mengalami gangguan kepribadian ini adalah orang yang penuh kecurigaan, dan tidak percaya dengan orang lain dalam waktu yang sangat lama. Rasa tidak percaya dan juga kecurigaan ini biasanya muncul pada masa – masa dewasa awal, dengan ciri – ciri seperti :

  • Menduga tanpa dasar yang cukup bahwa orang lain akan memanfaatkan, mengkhianati, dan membahayakan dirinya
  • Preokupasi dengan keraguan yang tidak pada tempatnya tentang loyalitas teman atau rekan kerja
  • Enggan untuk menceritakan rahasia orang lain, karena takut informasi tersebut akan digunakan secara jahat melawan dirinya
  • Membaca arti mengancam yang tersembunyi dari ucapan atau kejadian yang biasa secara berlebihan
  • Menanggung dendam secara presisten, tidak memaafkan kerugian, cedera, atau kelalaian
  • Merasakan serangan besar terhadap karakter dirinya, dan bereaksi dengan cara menyerang
  • Memiliki kecurigaan berulang yang tanpa pertimbangan

2. Skizoid

Gangguan kepribadian berikutnya adalah gangguan kepribadian Skizoid. Gangguan kepribadian ini merupakan gangguan kepribadian dengan pola penarikan sosial dalam jangka waktu yang lama. Individu dengan gangguan ini cenderung menarik diri dan tidak mau masuk ke dalam lingkungan sosial, namun bukan merupakan bentuk dari kecemasan atau phobia sosial. Berikut ini adalah beberapa ciri dari gangguan kepribadian schizoid, yang umumnya bisa terdeteksi dari masa kanak – kanak :
  • Tidak memiliki minat atau menikmati hubungan yang dekat (close relationship), termasuk keluarga
  • Hampir selalu memilih aktivitas seorang diri
  • Sedikit minat untuk mengalami pengalaman se__ks__ual dengan orang lain
  • Sedikit merasakan kesenangan dalam beraktivitas
  • Tidak memiliki teman dekat atau orang kepercayaan, selain saudara
  • Tidak acuh terhadap pujian atau kritik
  • Menunjukkan emosi yang dingin dan juga datar

3. Skizotipal

Gangguan kepribadian ini merupakan gangguan kepribadian dimana mereka yang mengalaminya merupakan individu yang banyak memiliki pemikiran magis, gagasan – gagasan yang aneh, derealisasi, dan juga waham. Beberapa ciri dari gangguan kepribadian skizotipal ini adalah :
  • Gagasan yang menyangkut diri sendiri
  • Keyakinan aneh, atau pikiran magis yang tidak sesuai dengan norma (Misalnya mengaku dirinya adalah seorang Nabi)
  • Pengalaman persepsi yang tidak lazim, misalnya sering dikunjungi oleh orang – orang suci jaman dahulu, iblis, dan semacamnya
  • Pikiran dan cara berbicara yang aneh, berbelit – belit, dan tidak jelas
  • Mengalami paranoid
  • Pola afeksi yang tidak sesuai
  • Perilaku atau penampilan yang aneh dan janggal, cenderung eksentrik
  • Tidak memiliki teman akrab atau orang yang dipercaya
  • Kecemasan sosial yang berlebihan

4. Antisosial

Banyak yang mengatakan bahwa antisosial merupakan kondisi dimana individu tidak mau masuk ke dalam lingkungan sosial. Namun hal ini salah besar. Antisosial merupakan kondisi gangguan kepribadian, dimana individu tidak mampu untuk mengikuti dan juga mematuhi norma – norma sosial. Gangguan kepribadian ini muncul pada masa – masa remaja, dengan beberapa ciri seperti:
  • Gagal untuk mematuhi norma sosial dan mematuhi perilaku sesuai dengan hukum yang ada
  • Tidak jujur, berbohong, menipu, nama samaran, untuk kesenangan pribadi
  • Impulsif
  • Agresif, mudah tersinggung, ditunjukkan dengan perkelahian fisik
  • Secara sembrono mengabaikan keselamatan diri
  • Tidak bertanggung jawab secara terus menerus, misalnya bolos sekolah, meninggalkan keluarga
  • Tidak ada penyesalan, acuh tak acuh, serta mencari – cari alasan penyebab perbuatannya.

5. Borderline / Kepribadian Ambang

Merupakan salah satu gangguan kepribadian yang cukup mengerikan, karena dekat dengan gangguan psikosis dan juga neurosis, serta masalah citra diri yang tidak stabil, dimana banyak penderita gangguan ini seringkali mengancam untuk bunuh diri dan juga menyakiti dirinya sendiri. Berikut ini adalah ciri – ciri dari gangguan kepribadian ambang :
  • Mati – matian dalam menghindari ketinggalan secara nyata, cenderung sangat membutuhkan orang lain
  • Pola hubungan interpersonal yang tidak stabil
  • Gangguan dan masalah identitas, citra diri, serta perasaan diri sendiri yang tidak stabil
  • Impulsif, paling tidak pada dua hal yang membahayakan dirinya sendiri seperti penyalahgunaan zat, kebut – kebutan, dan mengancam nyawa diri sendiri
  • Perilaku mutilasi diri, menyakiti diri sendiri, dan ancaman bunuh diri yang berulang – ulang
  • Ketidakstabilan emosi / afek
  • Kemarahan yang kuat dan tidak pada tempatnya
  • Cenderung memilki ide paranoid.

6. Histrionik

Merupakan bentuk gangguan kepribadian, dimana individu yang mengalami gangguan ini cenderung berlebihan, meluap – luap, dan juga cenderung dramatic. Hal ini merujuk pada kondisi individu yang ingin menjadi pusat perhatian. Berikut ini adalah ciri – ciri dari gangguan kepribadian histrionic :
  • Tidak merasa nyaman ketika tidak menjadi pusat perhatian
  • Sering memberikan perilaku provokatif dan menggoda secara se__ks__ual ketika berinteraksi dengan orang lain
  • Ekspresi emosi yang dangkal
  • Secara terus – menerus menggunakan penampilan fisik untuk menarik perhatian (misalnya selalu menggunakan make up yang tebal kemanapun)
  • Memiliki gaya bicara yang tinggi
  • Ekspresi emosi yang berlebihan, dramatis, dan teatrikal
  • Mudah dipengaruhi oleh orang lain

7. Narsistik

Mungkin saat ini narsis banyak dikategorikan sebagai perilaku mempercantik dirinya sendiri, atau menganggap dirinya cantik. Namun gangguan kepribadian narsistik ini merupakan suatu kondisi dimana individu merasa bahwa dirinya memiliki rasa kepentingan yang besar. Gangguan kepribadian ini ditunjukkan dengan beberapa ciri, yaitu :
  • Rasa kepentingan diri yang besar, seperti misalnya melebih – lebihkan bakat, dan berusaha terlihat superior di mata orang lain
  • Memiliki preokupasi terhadap khayalan akan keberhasilan, kekeuatan, kecerdasan yang tidak terbatas
  • Merasa yakin bahwa dirinya adalah satu – satunya, unik, dan membtuhkan perlakuan khusus
  • Memiliki kebutuhan akan rasa bangga yang besar
  • Eksploitatif, mengambil keuntungan dari orang lain untuk dirinya sendiri
  • Tidak memiliki empati
  • Sering iri dengan orang lain, atau merasa yakin bahwa orang lain iri kepada dirinya
  • Memperlihatkan perilaku sombong

8. Avoidant / Menghindar

Merupakan gangguan kepribadian, dimana mereka yang mengalaminya cenderung menghindar karena merasa ditolak. Individu dengan gangguan ini bukan karakter individu yang brkepribadian schizoid, karena mereka sebenarnya ingin berkomunikasi dan berinteraksi sosial, namun merasa rendah diri, malu, dan cenderung mudah merasa cemas. Berikut ini adalah ciri – ciri gangguan kepribadian menghindar / avoidant :
  • Meghindari aktivitas interpersonal, karena takut dikritik, dicela, atau ditolak
  • Tidak mau terlibat dengan orang lain, kecuali yakin akan disenangi orang lain
  • Keterbatasan dalam hubungan intim karena takut akan diledek dan dipermalukan
  • Preokupasi, atau merasa dirinya sedang dikritik, dan jga ditolak dalam situasi sosial
  • Terhambat dalam situasi interpersonal yang baru
  • Memandang diri sendiri janggal dalam bidang social

9. Kepribadian Dependent

Merupakan salah satu gangguan kepribadian, dimana mereka yang mengalami hal ini cenderung dependen dan juga sangat bergantung pada orang lain. cenderung tidak percaya diri, dan sering merasa tidak nyaman ketika sedang sendiri. Berikut ini adalah beberapa ciri dari gangguan kepribadian dependen :
  • Kesulitan dalam mengambil keputusan tanpa nasehat dari orang lain
  • Butuh orang lain untuk menerima tanggung jawab dalam sebagian besar bidang utamanya
  • Sulit dalam mengekspresikan ketidaksetujuan
  • Sulit dalam memulai proyek ataupun hal untuk dirinya sendiri
  • Berusaha keras untuk mendapatkan dukungna dan juga sughan dari orang lain
  • Merasa tidak berdaya apabila sendirian
  • Segera mencari orang lain untuk mendukugnya apabila hubungan dekatnya berakhir
  • Terokupasi pada rasa takut ditinggal secara tidak realistic

10.Obsesif kompulsif

Anda mungkin pernah mendengar mengenai OCD atau Obsessive Compulsive Disorder. OCD merupakan gangguan dimana individu mengalami kompulsif dan obsesif terhadap suatu hal. Namun gangguan kepribadian obsesif kompulsif (OCPD / Obsessive Compulsive Personality Disorder) sangat berbeda dengan OCD. OCPD merupakan gangguan kepribadian dimana individu yang mengalaminya cenderung perfeksionis, keras kepala, dan mengalami penyempitan emosional. Ada beberapa ciri dari gangguan kepribadian obsesif kompulsif ini, yaitu :
  • Terfokus pada perincian, aturan, daftar, urutan, dan juga jadwal pada aktivitas – aktivitas utama
  • Perfeksionisme yang mengganggu penyelesaian tugas, misalnya tidak mampu menyelesaikan tugas dalam waktu yang ditentukan, karena terlalu banyak merubah – rubah, akibat standar diri sendiri yang terlalu ketat
  • Setia pada pekeraan dan juga produktivitas hingga mengabaikan waktu luang
  • Hati – hati, teliti, dan tidak fleksibel, terutama pada moral, etika dan nilai – nila
  • Menyimpan benda yang tidak berguna, meskipun sudah tidak bernilai apapun
  • Tidak mau mendelagasikan tugas kepada orang lain
  • Memiliki gaya belanja yang kikir
  • Kaku dan juga keras kepala
jadi begitulah pengertian kepribadian dan gangguan-gangguan terhadap kepribadian. alangkah, baiknya jika kita mulai merasakan gejala yang menganggu terhadap kepribadian kita, kita konsultasikan kepada psikolog.

sumber :
http://www.psikoma.com/wah-ternyata-inilah-10-gangguan-kepribadian-manusia-menurut-psikologi/amp/

Selasa, 23 Mei 2017

hubungan antara motivasi dan emosi

pada kali ini saya akan menulis tentang hubungan antara motivasi dan emosi. Sebelum kita lebih jauh membahas tentang apa itu motivasi dan emosi, mari kita kenali terlebih dahulu satu persatu arti dari apa itu motivasi dan emosi pula kita akan membahas apakah keduanya terdapat hubungan.

menurut KBBI motivasi adalahmo·ti·va·si n 1 dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu; 2 Psi usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendak
sedangkan menurut psikologi motivasi adalah kekuatan, tenaga, keadaan yang kompleks, kesiapsediaan dalam diri individu untuk bergerak (motion) ke arah tujuan tertentu, baik disadari maupun tidak disadari.

faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi

·         Determinan yang berasal dari lingkungan ( kegaduhan, bahaya dari lingkungan, desakan guru, dll )

·         Determinan dari dalam diri individu ( harapan / cita-cita, emosi, instink, keinginan, dll )

·         Tujuan / insentif atau nilai dari suatu objek, factor-faktor yang berasal :

-  Dari dalam diri individu ( kepuasan kerja, tanggung jawab, dll  )

- Dari luar individu ( status, uang, dll )


4.     Usaha untuk menumbuhkan motivasi

·         Pelajaran yang diberikan berkaitan dengan pengalaman

·         Membiarkan seseorang mengembangkan bakat

·         Pelajaran yang diberikan sesuai dengan kehidupan sehari-hari

·         Mengembangkan bakat dan minat

Secara umum, kebutuhan-kebutuhan yang mendasari motivasi seseorang untuk melakukan sesuatu dapat digolongkan, yaitu :

Motif biologis : kebutuhan dasar untuk mempertahankan dan kelangsungan hidup manusia sebagai organisme.

Contoh :
Kebutuhan untuk makan, minum, menghirup oksigen
Kebutuhan reproduksi, beranak, jarena menyangkut kelangsungan hidup mahluk manusia sebagai spesies

Motif sosiologis, yaitu merupakan motif untuk mengadakan hubungan dengan orang lain. Motif ini berkembang atas dasar interaksi individu dalam masyarakat.

Motif teologis, yaitu yang mendorong manusia untuk mengadakan hubungan dengan Tuhan.
 

EMOSI
Sedangkan Kata emosi berasal dari bahasa latin, yaitu emovere, yang berarti bergerak menjauh. Arti kata ini menyiratkan bahwa kecenderungan bertindak merupakan hal mutlak dalam emosi. Menurut Daniel Goleman (2002 : 411) emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Emosi pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak.

Biasanya emosi merupakan reaksi terhadap rangsangan dari luar dan dalam diri individu. Sebagai contoh emosi gembira mendorong perubahan suasana hati seseorang, sehingga secara fisiologi terlihat tertawa, emosi sedih mendorong seseorang berperilaku menangis.

Emosi berkaitan dengan perubahan fisiologis dan berbagai pikiran. Jadi, emosi merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia, karena emosi dapat merupakan motivator perilaku dalam arti meningkatkan, tapi juga dapat mengganggu perilaku intensional manusia. (Prawitasari,1995)

Pengertian Emosi

Beberapa tokoh mengemukakan tentang macam-macam emosi, antara lain Descrates. Menurut Descrates, emosi terbagi atas : Desire (hasrat), hate (benci), Sorrow (sedih/duka), Wonder (heran), Love (cinta) dan Joy (kegembiraan). Sedangkan JB Watson mengemukakan tiga macam emosi, yaitu : fear (ketakutan), Rage(kemarahan), Love (cinta).

Daniel Goleman (2002 : 411) mengemukakanbeberapa macam emosi yang tidak berbeda jauh dengan kedua tokoh di atas, yaitu :
a. Amarah : beringas, mengamuk, benci, jengkel, kesal hati
b. Kesedihan : pedih, sedih, muram, suram, melankolis, mengasihi diri, putus asa
c. Rasa takut : cemas, gugup, khawatir, was-was, perasaan takut sekali, waspada, tidak tenang, ngeri
d. Kenikmatan : bahagia, gembira, riang, puas, riang, senang, terhibur, bangga
e. Cinta : penerimaan, persahabatan, kepercayaan, kebaikan hati, rasa dekat, bakti, hormat,  dan kemesraan
f. Terkejut : terkesiap, terkejut
g. Jengkel : hina, jijik, muak, mual, tidak suka
h. malu : malu hati, kesal

Seperti yang telah diuraikan diatas, bahwa semua emosi menurut Goleman pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak. Jadi berbagai macam emosi itu mendorong individu untuk memberikan respon atau bertingkah laku terhadap stimulus yang ada.

Dalam the Nicomachea Ethics pembahasan Aristoteles secara filsafat tentang kebajikan, karakter dan hidup yang benar, tantangannya adalah menguasai kehidupan emosional kita dengan kecerdasan. Nafsu, apabila dilatih dengan baik akan memiliki kebijaksanaan; nafsu membimbing pemikiran, nilai, dan kelangsungan hidup kita. 

Tetapi, nafsu dapat dengan mudah menjadi tak terkendalikan, dan hal itu seringkali terjadi. Menurut Aristoteles, masalahnya bukanlah mengenai emosionalitas, melainkan mengenai keselarasan antara emosi dan cara mengekspresikan (Goleman, 2002 : xvi).

Menurut Mayer (Goleman, 2002 : 65) orang cenderung menganut gaya-gaya khas dalam menangani dan mengatasi emosi mereka, yaitu : sadar diri, tenggelam dalam permasalahan, dan pasrah. Dengan melihat keadaan itu maka penting bagi setiap individu memiliki kecerdasan emosional agar menjadikan hidup lebih bermakna dan tidak menjadikan hidup yang di jalani menjadi sia-sia.

Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengertian adalah suatu perasaan (afek) yang mendorong individu untuk merespon atau bertingkah laku terhadap stimulus, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar dirinya.

jadi kesimpulannya bahwa, semakin intelegen seseorang akan semakin tinggi motivasi dalam diri individu tersebut yamg berpengaruh terhadap motivasi dalam dirinya. sebagaimana, seseorang yang ber-IQ tinggi akan tetap mengulang dan mengulang jika ia salah karena motivasi untuk berhasilnya yang tinggi. dalam sisi emosinya pun berkaitan terhadap emosinya yang lebih pandai dalam menekan emosinya agar tidak meledak-ledak karena seseorang yang bermotivasi tinggi akan berpikir bahwa emosi yang terlalu besar dikeluarkan hanya seseorang yang rendah dalam cara berpikirnya.

Selasa, 16 Mei 2017

intelegensi pada kecerdasan

pada kali ini saya akan menjelaskan tentang hubungan intelegensi dengan kecerdasan, sebelum kita bahas lebih dalam mari kita ketahui apa itu intelegensi ? dan bagaimanakah bisa keduanya bersangkutan atau tidak ?

Menurut David Wechsler, inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. Oleh karena itu, inteligensi tidak dapat diamati secara langsung, melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu.

nah sedangkan selanjutnya kita sambungkan pada kecerdasan yang meliputi bakat , kreativitas dan lain-lainnya.

1.Pengertian Kreativitas.

Berikut ini adalah pendapat beberapa ahli psikologi tentang pengertian Kreativitas yaitu sebagai berikut :
a) David Campbell, Ph.D menyatakan bahwa kreativitas adalah kegiatan yang mendatangkan hasil dengan kandungan ciri ;

Inovatif : belum pernah ada, segar, menarik, aneh, mengejutkan dan teobosan baru.

Berguna : lebih enak, lebih baik, lebih praktis, mempermudah, mendorong, memecahkan masalah, mengurangi hambatan.

Dapat dimengerti : hasil yang sama dapat dibuat pada waktu yang lain.

b) James R Evan, menyatakan kreativitas adalah keterampilan untuk membentuk kombinasi-kombinasi baru dari dua atau lebih konsep yang telah ada dalam pikiran. Setiap kreasi merupakan kombinasi baru dari ide-ide dan produk yang inovatif, seni dalam pemenuhan kebutuhan manusia.


c) Michael A.West, menyatakan bahwa kreativitas merupakan penyatuan pengetahuan berbagai bidang pengalaman yang berlainan untuk menghasilkan ide-ide baru yang lebih baik. Kreativitas merupakan salah satu bagian dasar dari usaha manusia. Kreativitas melibatkan kita dalam penemuan-penemuan terus-menerus cara baru dan baik dalam mengerjakan berbagai hal. Atau dalam pengertian yang lebih luas, kreativitas terkait dengan penggunaan berbagai potensi yang dimiliki, baik pengetahuan, intuisi maupun imajinasi sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan ide-ide baru yang lebih baik dan bermanfaat.

d) Rawlinson (1979:9) mengemukakan Kreativitas merupakan kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu gagasan baru maupun karya nyata baru yang merupakan kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada sehingga relatif berbeda dengan yang telah ada.


3. Pengertian Bakat.
Bakat adalah kemampuan tertentu yang telah dimiliki seseorang sebagai kecakapan pembawaan. Ungkapan ini sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Ngalim Purwanto (1986:28) bahwa “bakat dalam hal ini lebih dekat pengertiannya dengan kata aptitude yang berarti kecakapan, yaitu mengenai kesanggupan-kesanggupan tertentu.”
Kartono (1995:2) menyatakan bahwa “bakat adalah potensi atau kemampuan kalau diberikan kesempatan untuk dikembangkan melalui belajar akan menjadi kecakapan yang nyata.”
Menurut Syah Muhibbin (1999:136) mengatakan “bakat diartikan sebagai kemampuan individu untuk melakukan tugas tanpa banyak bergantung pada upaya pendidikan dan latihan.”
Menurut Guilford bakat adalah kecakapan yang dimiliki seseorang sejak lahir untuk melakukan sesuatu.
Menurut Sukardi bakat adalah kualitas yang dimiliki individu yang memungkinkan dirinya dapat berkembang dimasa yang akan datang.

2. Pengertian Prestasi Belajar
Berikut ini adalah pendapat beberapa ahli psikologi tentang pengertian Intelegensi yaitu sebagai berikut :

Menurut Poerwanto (1986:28) memberikan pengertian prestasi belajar yaitu “hasil yang dicapai oleh seseorang dalam usaha belajar sebagaimana yang dinyatakan dalam raport.”

Menurut Winkel (1996:162) mengatakan bahwa “prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya.”

Menurut S. Nasution (1996:17) prestasi belajar adalah: “Kesempurnaan yang dicapai seseorang dalam berfikir, merasa dan berbuat. Prestasi belajar dikatakan sempurna apabila memenuhi tiga aspek yakni: kognitif, affektif dan psikomotor, sebaliknya dikatakan prestasi kurang memuaskan jika seseorang belum mampu memenuhi target dalam ketiga kriteria tersebut.”

3. Hubungan antara intelegensi dengan kreativitas

Kreativitas merupakan salah satu ciri dari perilaku yang inteligen karena kreativitas juga merupakan manifestasi dari suatu proses kognitif. Meskipun demikian, hubungan antara kreativitas dan inteligensi tidak selalu menunjukkan bukti-bukti yang memuaskan. Walau ada anggapan bahwa kreativitas mempunyai hubungan yang bersifat kurva linear dengan inteligensi, tapi bukti-bukti yang diperoleh dari berbagai penelitian tidak mendukung hal itu. Skor IQ yang rendah memang diikuti oleh tingkat kreativitas yang rendah pula. Namun semakin tinggi skor IQ, tidak selalu diikuti tingkat kreativitas yang tinggi pula. Sampai pada skor IQ tertentu, masih terdapat korelasi yang cukup berarti. Tetapi lebih tinggi lagi, ternyata tidak ditemukan adanya hubungan antara IQ dengan tingkat kreativitas.
Para ahli telah berusaha mencari tahu mengapa ini terjadi. J. P. Guilford menjelaskan bahwa kreativitas adalah suatu proses berpikir yang bersifat divergen, yaitu kemampuan untuk memberikan berbagai alternatif jawaban berdasarkan informasi yang diberikan. Sebaliknya, tes inteligensi hanya dirancang untuk mengukur proses berpikir yang bersifat konvergen, yaitu kemampuan untuk memberikan satu jawaban atau kesimpulan yang logis berdasarkan informasi yang diberikan. Ini merupakan akibat dari pola pendidikan tradisional yang memang kurang memperhatikan pengembangan proses berpikir divergen walau kemampuan ini terbukti sangat berperan dalam berbagai kemajuan yang dicapai oleh ilmu pengetahuan.

4. Hubungan antara intelegensi dengan bakat.
Inteligensi merupakan suatu konsep mengenai kemampuan umum individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Dalam kemampuan yang umum ini, terdapat kemampuan-kemampuan yang amat spesifik. Kemampuan-kemampuan yang spesifik ini memberikan pada individu suatu kondisi yang memungkinkan tercapainya pengetahuan, kecakapan, atau ketrampilan tertentu setelah melalui suatu latihan. Inilah yang disebut Bakat atau Aptitude. Karena suatu tes inteligensi tidak dirancang untuk menyingkap kemampuan-kemampuan khusus ini, maka bakat tidak dapat segera diketahui lewat tes inteligensi.
Alat yang digunakan untuk menyingkap kemampuan khusus ini disebut tes bakat atau aptitude test. Tes bakat yang dirancang untuk mengungkap prestasi belajar pada bidang tertentu dinamakan Scholastic Aptitude Test dan yang dipakai di bidang pekerjaan adalah Vocational Aptitude Test dan Interest Inventory. Contoh dari Scholastic Aptitude Test adalah Tes Potensi Akademik (TPA) dan Graduate Record Examination (GRE). Sedangkan contoh dari Vocational Aptitude Test atau Interest Inventory adalah Differential Aptitude Test (DAT) dan Kuder Occupational Interest Survey.
5. Hubungan antara intelegensi dengan prestasi belajar


Kecerdasan adalah kemampuan belajar disertai kecakapan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan yang dihadapinya. Kemampuan ini sangat ditentukan oleh tinggi rendahnya intelegensi yang normal selalu menunjukkan kecakapan sesuai dengan tingkat perkembangan sebaya. Adakalany perkembangan ini ditandai oleh kemajuan-kemajuan yang berbeda antara satu anak dengan anak yang lainnya, sehingga seseorang anak pada usia tertentu sudah memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kawan sebayanya. Oleh karena itu jelas bahwa faktor intelegensi merupakan suatu hal yang tidak diabaikan dalam kegiatan belajar mengajar.Menurut Kartono (1995:1) kecerdasan merupakan “salah satu aspek yang penting, dan sangat menentukan berhasil tidaknya studi seseorang. Kalau seorang murid mempunyai tingkat kecerdasan normal atau di atas normal maka secara potensi ia dapat mencapai prestasi yang tinggi.Slameto (1995:56) mengatakan bahwa “tingkat intelegensi yang tinggi akan lebih berhasil daripada yang mempunyai tingkat intelegensi yang rendah.”Muhibbin (1999:135) berpendapat bahwa intelegensi adalah “semakin tinggi kemampuan intelegensi seseorang siswa maka semakin besar peluangnya untuk meraih sukses. Sebaliknya, semakin rendah kemampuan intelegensi seseorang siswa maka semakin kecil peluangnya untuk meraih sukses.”Dari pendapat di atas jelaslah bahwa intelegensi yang baik atau kecerdasan yang tinggi merupakan faktor yang sangat penting bagi seorang anak dalam usaha belajar.

jadi pada kesimpulannya, intelegensi pada seseorang yang baik dan semakin tinggi seiring dengan bertambah ilmu dan pengalaman akan mempengaruhi baik buruknya kecerdasan seseorang, bakat, prestasi.

Selasa, 11 April 2017

Silogisme

tulisan saya kali ini akan membahas tentang silogisme , apa itu silogisme ? mari kita telisik dan pelajari bersama.

Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme  disusun dari dua proposisi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan).


jadi 2 pernyataan yang saling berkaitan akan menimbulkan 1 kesimpulan dan terkadang hasil dari 2 pernyataan tersebut dapat menyesatkan cara berpikir kita sendiri , terlebih faktor keluarga, pendidikan, pengalaman, dan media adalah penyebab utama dari cara kita mengambil pernyataan.


seperti saya ambil contoh nya adalah :

premis 1 (pernyataan 1) : media Metro TV pro ahok

premis 2 (pernyataan 2) : Metro TV tidak akan benar pemberitaanya

konklusi atau kesimpulan : Metro TV lebih memihak Ahok dan pemberitaannya akan lebih berat sebelah atau pro Ahok.


terkadang pernyataan yang kita tarik tidak sesuai dengan kenyataan karena setiap pemberitaan Metro kita tidak akan pernah percaya sama sekali dengan pemberitaannya sekalipun itu fakta.

media pula akan menyajikan pemberitaan sesuai prosedur yang ada, namun karena premis atau pernyataan kita yang telah menarik kesimpulan menyesatkan tersebut terkadang akan menolak fakta yang ada.

maka sebaiknya sebelum kita menarik pernyataan seharusnya kita amati dan telisik sebaik mungkin tentang media tersebut , memang terkadang media pula provokatif dan akan memberikan premis-premis menyesatkan pula.

maka dari itu sebaiknya kita lebih berhati-hati akan segala sesuatu nya.

Senin, 03 April 2017

Memori dan kejadian

pada kesempatan kali ini saya akan menulis tentang memory, sebagaimana yang kita ketahui memory adalah salah satu hal penting yang terdapat dalam otak kita yaitu berfungsi untuk menyimpan informasi, reka kejadian dalam hidup kita, dan lain hal sebagainya yang berkaitan dengan penyimpanan didalam otak kita.

Maka dari itu sebelum kita lanjut untuk lebih dalam membahas tentang memory kita harus kenal lebih dalam tentang memory itu sendiri sebagaimana pepatah mengatakan "tak kenal, maka tak sayang".

jenis memori itu sendiri terbagi menjadi tiga bagian yaitu :
1.memori sensoris
Memori sensoris berkaitan dengan penyimpanan informasi sementara yang dibawa oleh pancaindera kita. Proses memori sensoris dapat dikatakan sebagai proses penyimpanan melalui jalur syaraf-syaraf sensoris yang berlangsung dalam jangka waktu yang sangat pendek.
2. Memori Jangka Pendek
Memori jangka pendek (Short Term Memory) atau working memory adalah suatu proses penyimpanan memori sementara, artinya informasi yang disimpan hanya dipertahankan selama memori tersebut masih dibutuhkan.
3.  Memori Jangka Panjang
Memori jangka panjang (Long Term Memory) adalah suatu proses penyimpanan informasi yang relatif permanen.
PROSEDUR TERBENTUKNYA MEMORI
Memori dalam otak berasal dari kontak antara panca indera dengan lingkungan. Memori terbentuk dari hasil kerja struktur yang ada dalam sistem syaraf pusat.

maka saya sebagai penulis mengangkat satu kejadian yang sampai hari ini tidak pernah terlupakan.
saya mengambil contoh, ketika saya menginjakan kaki pertama di Lombok, Nusa Tenggara Barat untuk pertama kalinya mendaki Gunung Rinjani.
berapa komponen yang mendukung dalam memori benar-benar merekam secara mendetail bagaimana mata melihat pemandangan yang menakjubkan, telinga mendengar kicauan burung yang indah nan syahdu, dan memori dalam otak saya merekam itu seakan-akan jikalau saya mendengar kicauan burung yang merdu mengalun seperti membawa saya kembali pada ingatana kala saya di Gunung Rinjani.
pengingatan itu terjadi dalam beberapa hari awal yang masuk dalam jangka pendek memori yang suatu saat dapat hilang, namun karena waktu yang saya rasakan di Gunung Rinjani yaitu 7 Hari atau 1 Minggu, maka pengulangan-pengulangan akan hal indah tersebut terus menerus tersimpan hingga sampai kedalam memori jangka panjang yang sudah melekat erat dalam memori otak yang tidak akan terlupakan.

analisa saya adalah sebagaimana informasi datang dan pergi itu pasti menggunakan panca indera kita. contoh, seperti dengan mata melihat, telinga mendengar
sedangkan kelanjutan setelah panca indera kita yang berfungsi baik lalu menyimpan informasi kedalam memori dan jika informasi tersebut tidak berulang atau bagi kita tidak prioritas maka kita akan melupakan atau memori hanyalah sampai disini saja.
namun, ketika informasi itu berulang-ulang dan kita anggap itu prioritas kita dan menyenangkan maka informasi tersebut dengan mudah sampai tahap memory jangka panjang dan tersimpan rapi dalam memori otak kita.

Yudha Satrio Hutomo

Jumat, 31 Maret 2017

Komunikasi Sebagai Identitas

Saya akan membuat narasi tentang Komunikasi Sebagai Identitas, bermakna bahwa cara kita berkomunikasi atau cara kita berinteraksi adalah identitas diri kita maupun sebagai jati diri kita bahwa kita berasal dari mana atau seperti apa kita. komunikasi juga mencangkup nilai tata krama kita yaitu menggambarkan tingkatan identitas sebagai mahasiswa, anak, kakak, atau adik.
Komunikasi adalah proses pengiriman pesan atau informasi yang terdiri dari dua orang atau lebih dengan penyampaian yang mudah agar sang komunikan mudah mengerti dan dapat dengan mudah pula mengirimkan umpan balik terhadap komunikator. Sedangkan Identitas adalah cerminan diri yang berasal dari keluarga, gender, budaya, etnis dan proses sosialisasi. Komunikasi itu sendiri terbagi dua yaitu verbal dan non-verbal.

Sebagai contoh seseorang yang berasal dari jawa dan seseorang lagi berasal dari Timur akan mudah saling mengenal dengan cara berkomunikasi yang menggambarkan identitas dari mana dia berasal, baik verbal sebagaimana kita tau seseorang yang berasal dari jawa akan berbicara dengan tutur halus dan lemah lembut sedangkan seseorang yang berasal dari Timur akan lebih mudah dipahami dengan cara dia berbicara yaitu tegas, To the point tidak terlalu banyak bertele-tele. Maupun komunikasi non-verbal yang nampak pun dapat dipahami pula identitas nya, contoh seseorang yang dari timur terkenal dengan rambut ikal, kulit yang sedikit hitam berbeda dengan jawa yang mayoritas berambut lurus dan berwarna kulit sawo matang.

Rabu, 29 Maret 2017

Peristiwa dengan teori belajar

jadi pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai peristiwa di Gunung Semeru. namun sebelum mulai lebih lanjut kita bahas dulu asal muasal Gunung Semeru.

seperti yang dijelaskan oleh situs http://wisatabromo.com/sejarah-gunung-semeru/


Deskripsi: Mengetahui tentang Sejarah Gunung Semeru atau Legenda Puncak Gunung Mahameruyang saat ini menjadi salah satu gunung favorit untuk didaki oleh wisatawan. Alam semeru yang menggambarkan keindahan gunung ini membuat banyak orang tertarik untuk mengunjunginya.
Gunung adalah bagian dari permukaan bumi yang menjulang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah sekitarnya. Sebuah gunung yang menjadi daya tarik utama bagi para wisatawan lokal dan wisawan asing di kawasan pulau jawa terutama Jawa Timur adalah Gunung Semeru. Semeru dengan puncak ketinggian 3.676 M dari permukaan laut merupakan bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTN) ini banyak menyimpan sebuah misteri yang akan kita kupas tuntas yaitu Sejarah Gunung Semeru.
Sejarah dan legenda Gunung Semeru
Selain keindahan dan panorama alam yang begitu memukau ternyata Semeru mempunyai sebuah Sejarah yang menyimpan banyak mitos. Di ceritakan oleh masyarakat Jawa akan sejarah dan legenda gunung semeru yang di ambil dari kitab kuno abad ke 15 bahwasanya gunung Semeru atau puncak Mahameru di percaya sebagai tempat bersemayam para dewa tertinggi umat hindu yaitu dewa Siwa. Di katatakan pula bahwasanya tuhan mahatunggal yang bersemayam di puncak Mahameru di kenal sebagai gunung Himawan atau Kailasa.
Kata Semeru sendiri di ambil dari bahasa sangsekerta yaitu “Meru Agung” yang artinya pusat dari alam semesta baik secara fisik maupun spiritual. Semeru juga di artikan sebagai “Lingga Acala” Lingga mempunyai 2 arti kata, pertama sesuatu yang tidak bergerak dan yang kedua yaitu sesuatu yang bukan ciptaan manusia. dan kata Acala mempunyai arti gunung atau karang.
Melanjutkan isi Sejarah gunung Semeru atauLegenda gunung Semeru yaitu asal-usul gunung Semeru berasal dari negara mayoritas agama Hindu yaitu India yang di angkat ke pulau jawa. Pada zaman dahulu kala dewa tertinggi dalam hindu yaitu Hyang Siwa di perintahkan oleh Batara Guru untuk memindahkan puncak Gunung Mahameru dari Bharatawarsa india ke tanah Jawa. Perintah itu di lakukan karena kondisi tanah jawa pada saat itu terombang ambing dan tidak stabil. Gunung yang di bawa oleh dewa Siwa akhirnya di jatuhkan di sisi barat pulau jawa, namun berat gunung Meru membuat ujung pulau bagian timur terangkat ke atas. Lantas di di penggal separuh gunung meru tersebut dan dibawa serta di jatuhkan di ujung timur. dengan demikian kondisi tanah jawa menjadi seimbang.
Potongan utama yang di letakkan di ujung barat membentuk sebuah Gunung yang bernama Pawitra, yang kini dikenal dengan Gunung Pananggungan, dan bagian utama dari Gunung Meru yang berada di ujung timur, sekarang dikenal dengan nama Gunung Semeru.
Gunung Meru yang di bawa dari india dan di letakkan di pulau jawa tersebut tidak hanya membentuk 2 gunung saja tetapi ketika Puncak gunung Meru yang di bawa oleh dewa Siwa ke bagian timur pulau jawa tersebut ada yang berjatuhan dan tumbuh menjadi beberapa gunung kecil di antaranya ada Gunung Lawu 3.265 mdpl,Gunung Wilis 2.169 mdplGunung Kelud 1.713 mdplGunung Kawi 2.631 mdplGunung Arjuna 3.339 mdpl, dan terakhir Gunung Kemukus 3.156 mdpl.
Semeru yang di kenal dengan gunung Suci, legenda dan misteri yang menyelimutinya, gunung ini mempunyai sebuah gapura ghaib yang hanya bisa di lihat oleh orang-orang yang mempunyai ilmu tinggi alam ghaib. Gapura itu di jaga sebuah arca yang saat ini di sebut dengan Arca Podo. sesuai namanya Arcopodo sebenarnya berasal dari kata “Arca dan Pada“, yang dalam bahasa Jawa Sangsekerta, PADA artinya sama. ”Jadi, Arca-Pada adalah Arca yang sama”
Pak Dwi Cahyono mengatakan bahwasanya Arca itu di percaya sebagai salah satu sosok sebutan dari Pandawa lima yaitu sebutan lima bersaudara, sebut saja arca Bima. Bima adalah seorang tokoh dari Pandawa yang paling kuat di antara saudaranya dalam kisah legenda Mahabharata yang selalu menakutkan bagi musuh. Jadi Arca Bima yang berada di gunung semeru bertugas sebagai menghalau bencana dari puncak Gunung Semeru yang aktif.
Menurut pandangan lain dari beberapa sumber sejarawan merujuk pada buku Prof. Soekmono. jadi Arcopodo adalah Arca perwujudan dari Dewa Kala dan Anukala yang mana para dewa itu mempunyai tugas untuk menjaga gerbang gapura candi pada gapura baratnya. Tidak hanya itu bagian timur, selatan dan utara juga di jaga oleh beberapa Dewa lain di antaranya penempatan para Dewa di gapura bagian timur dijaga oleh dewa Gana, gapura Selatan di jaga oleh dewa Agasti, dan untuk gapura bagian utara di jaga oleh dewa Gauri. Jadi para dewa itulah yang menjaga gerbang gapura menuju puncak Mahameru tempat tersuci.
Sekali lagi Gunung Semeru atau puncak Mahameru merupakan gunung suci, jadi jika anda berencana untuk mendaki gunung Semeru kami harapkan anda bisa menjaga sikap, omongan, dan menjaga kelestarian alam, serta tidak membuang sampah sembarangan.
Begitulah kisah singkat akan Sejarah dan legenda gunung Semeru atau ceirta rakya asal usul gunung Mahameru, hingga saat ini gunung Semeru oleh masyarakat tengger di percaya sebagai kediaman Dewa-Dewa atau mahluk halus.

namun itu menurut sejarah dalam agama Hindu, pula kita tidak membahas tentang horror atau menakutkan yang ada di Gunung Semeru melainkan kita akan membahas tentang keindahan Danau Ranukumbolo, Tanjakan Cinta, Oro-Oro Ombo dan lainnya.
Gunung Semeru ini sendiri di kenal sebagai Puncak tertinggi pertama yang ada dipulau Jawa dengan ketinggian 3676 Mdpl (Meter diatas permukaan laut). tentang lebih terkenal nya gunung ini yaitu sepertinya kita ingat dengan film 5Cm, film ini menceritakan dan mengekspos Gunung Semeru. memang dalam hal meraih keuntungan film ini memang sukses namun dalam kegagalan hal lain tidak bisa dipungkiri pula bahwa semakin membludaknya mereka pendaki yang tiba-tiba mendaki dan menjadi pendaki. maka dari itu perubahan signifikan terhadap ekosistem yang terdapat di gunung Semeru berubah, seperti hasil riset saya sendiri pribadi yaitu pada tahun 2011 sebelum pembuatan film 5Cm dan ketika kedua kalinya pada 2013 saya kembali kesana. perubahan sangatlah besar mulai dari danau yang semakin kotor, jalan setapak semakin kotor pula dan angka kematian yang tiba-tiba drastis naik pesat. lalu terakhir saya pada akhir tahun 2016 kembali kesana amat sangat pula perbedaan yang terasa. gunung sudah kehilangan GUNUNGNYA.
menurut saya sendiri, penanggulangan dari pihak pembuat film itu seharusnya mengeluarkan pendapat bahwa mendaki bukanlah sekedar mendaki dan apa saja tata cara menghormati penduduk sekitar, pula mencontohkan bahwa haruslah membawa kembali sampah yang turun.


dari sini saya akan menganalisis dengan teori belajar yang dikemukakan oleh Edward Lee Thorndike yaitu, Belajar merupakan proses interaksi stimulus dan respon. Stimulus adalah apa yang merangsang terjadinya kegiatan belajar. Respon adalah reaksi yang dimunculkan ketika belajar, juga dapat berupa gerakan atau tindakan.

maka dari sini saya mengaitkan dari pertama bahwa awal-awal sekitar 2010 kebawah, khalayak atau seseorang menganggap bahwa naik gunung itu sulit, sangatlah menyia-nyiakan waktu dan lain hal sebagainya. namun setelah tayang film 5Cm itu sendiri keluarlah pendapat bahwa gunung itu indah dan dia belajar dari tayangan itu bahwa naik gunung itu mudah dan respon yang ia dapatkan adalah ingin mendaki gunung tersebut.

namun bijaknya sebelum kita mencoba untuk mendaki, kita pula harus belajar dasar-dasar pendakian yang baik dan benar, maka dari situ pula respon yang kita dapat akan semakin merasakan aman kala kita mendaki gunung dan sudah sepatutnya respon yang kita dapat sesuai dengan cara belajar kita sebelum mendaki gunung.

- http://wisatabromo.com/sejarah-gunung-semeru/
- Sarwono, Sarjito W.(2009). Pengantar Psikologi Umum. Jakarta: Rajawali Pers.

Senin, 20 Maret 2017

Tidur dan long term memory

Terdapat beberapa pengertian Tidur Menurut Para Ahli. Tidur didefinisikan sebagai suatu keadaan bawah sadar dimana seseorang masih dapat dibangunkan dengan pemberian rangsang sensorik atau dengan rangsang lainnya (Guyton & Hall, 1997). Menurut Potter & Perry (2005), Tidur merupakan proses fisiologis yang bersiklus bergantian dengan periode yang lebih lama dari keterjagaan. Tidur merupakan kondisi tidak sadar dimana induvidu dapat dibangunkan oleh stimulasi atau sensor yang sesuai (Guyton dalam Aziz Alimul H) atau juga dapat dikatakan sebagai keadaan tidak sadarkan diri yang relatif, bukan hanya keadaan penuh ketenangan tanpa kegiatan, tetapi lebih merupakan suatu urutan siklus yang berulang, dengan ciri adanya aktifitas yang minim, memiliki kesadaran yang bervariasi terhadap perubahan fisiologis dan terjadi penurunan respon terhadap rangsangan dari luar.

Fase peralihan dari sadar ke tidur disebut sebagai pradormitium dan fase peralihan dari tidur kembali ke sadar disebut sebagai postdormitium. Di dalam ilmu kedokteran ilmu yang mempelajari gangguan tidur disebut sebagai somnologie.
Kebutuhan tidur dan istirahat yang sesuai sama pentingnya dengan kebutuhan nutrisi dan olahraga yang cukup bagi kesehatan. Menurut Hodgson (1991) dalam Potter & Perry (2005), kegunaan tidur masih belum jelas, namun diyakini tidur diperlukan untuk menjaga keseimbangan mental, emosional dan kesehatan. 

Tidur diperlukan untuk memperbaiki proses biologis secara rutin, selama tidur gelombang rendah yang dalam (NREM tahap IV), tubuh melepaskan hormon pertumbuhan manusia untuk memperbaiki dan memperbaharui sel epitel dan sel khusus seperti sel otak. Sintesa protein dan pembagian sel untuk pembaharuan jaringan seperti pada kulit, sumsung tulang, mukosa lambung terjadi juga selama tidur dan istirahat Oswold (1984) dalam Potter & Perry (2005) kegunaan tidur yang lain adalah selama tidur tubuh akan menyimpan energi.

Sedangkan korelasi antara suatu produk iklan selalu dikaitkan dengan psikologi yang berdampak akan selalu tersimpan dalam long-term memory. membuat target selalu teringat akan produk yang di luncurkan.
Dalam hal ini saya mengambil contoh produk iklan air minum ternama yaitu AQUA yang mana saya mengambil pula teori tentang short term memory atau memory jangka pendek yaitu jika suatu informasi masuk kedalam sebuah sistem otak dalam jangka waktu singkat dan tidak diulang maka informasi tersebut akan hilang, sedangkan long term memory adalah memory jangka panjang yaitu jika suatu informasi yang masuk kedalam sistem otak secara terus menerus akan tersimpan secara permanen.

Dalam ilmu komunikasi terdapat teori Agenda setting yaitu suatu teori yang mengagendakan suatu acara untuk mendapatkan perhatian penuh terhadap masyarakat agar masyarakat menganggap bahwa yang ditayangkan adalah prioritas, maka tidak asing jika suatu produk kala kita membuka mata atau ketika bangun tidur sudah ditayangkan iklan AQUA tersebut, setelah kita keluar rumah menuju sekolah, kampus maupun kantor akan kita lihat media lain untuk menyampaikan iklan tersebut seperti spanduk, baliho atau media lainnya.

Maka tidak asing lagi bagi kita untuk mengingat nama AQUA, dikarenakan pengulangan informasi yang sudah masuk kedalam long term memory bahkan telah terbawa sampai kita tertidur yang membuat semakin dalam memory kita akan suatu hal, contoh lain jika saja sebelum tidur seseorang memikirkan satu hal yang tidak bisa dilupakan maka bisa terbawa hingga mimpi karena mimpi adalah gambaran dalam memory kita yang telah tersimpan.

Sehingga, kesinambungan dalam tidur dan memory juga iklan itu sendiri sadar atau tanpa kita sadari informasi itu telah tersimpan sempurna dalam memory kita, bahkan terkadang iklan pun dapat terbawa dalam alam bawah sadar kita ketika kita telah tertidur lelap dan itu lah mengapa kita cepat mengetahui iklan itu sendiri karena sudah tersimpan dalam long term memory kita.

kata kunci : tidur, short term memory, long term memory, iklan.

Yudha Satrio Hutomo

Kamis, 16 Maret 2017

peristiwa dengan sensasi persepsi dan memori

saya tetap mengingat peristiwa yang terjadi sekitar 4 tahun lalu ketika saya mendaki gunung semeru yang berlokasi di Jawa Timur , Malang bersama ayah saya.
peristiwa ini tidak akan pernah terlupakan karena keindahan panorama alam yang tersaji tetap teringat dalam memori saya dam tetap terulang , karena telah tersimpan dalam memori saya tentang keindahan alamnya. begitu pula saya tetap teringat karena itu adalah perjalanan terakhir ayah saya bersama saya dari sekian kalinya. sebab perjalanan terakhir itu telah berakhir dan ayah saya telah menapaki perjalanan kekal menuju pencipta.
kenangan pahit dan manis tetap tersimpan rapat-rapat dalam pikiran saya tanpa ada yang terlupa sedikitpun.
begitu dalam fanatik saya terhadap peristiwa itu membuat saya seakan akan ayah saya tetap bersama saya dan disamping saya setiap melakukan perjalanan.
pendapat saya sekiranya saya melihat matahari terbenam di ufuk barat selalu mengingatkan matahari yang sama hari yang sama kejadian yang sama ketika kami berdua duduk bersama sembari bercanda.
walaupun 4 tahun lalu sudah berlalu, kenangan ini telah benar-benar melekat dalam hati dan pikiran saya sehingga kenangan peristiwa menakjubkan dan indah itu telah terbelenggu dalam ingatan yang amat sangat dalam.

Yudha Satrio Hutono

Minggu, 12 Maret 2017

ILUSI SOSIAL

ILUSI SOSIAL
Ilusi adalah pengamatan yang keliru, yaitu: peristiwa objektif yang diterima oleh indera ternyata ditangkap secara salah. Perangsangnya meragukan, atau memperdayakan dan semu sifatnya, sehingga subjek menginterprestasikan pengamatannya secara keliru. Sebagai contoh ketika melihat sulap, pesulap membuat obyek ditangkap berbeda oleh penonton
Sosial adalah segala yang berhubungan dengan manusia dalam kehidupan sehari-hari seperti hubungan antar manusia, hubungan manusia dengan kelompok manusia, maupun antar kelompok manusia. Pengertian ini menyatakan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa orang lain.
Sedangkan dalam ilusi sosial itu sendiri terbagi menjadi 4 bagian, yaitu :
1. Stereotip/stereotype
Stereotip adalah tanggapan tertentu terhadap individu atau kelompok yang dikenai prasangka. Individu yang stereotip terhadap suatu kelompok atau golongan, sikap stereotip ini sukar berubah, meskipun apa yang menjadi stereotip berbeda dengan kenyataan. Stereotip muncul dari media dan opini masyarakat.
Contoh : Orang timur dikenal bersifat pemarah,keras,perusak cenderung negatif. Padahal tidak semua orang timur seperti itu

2. Fanatisme
Fanatisme adalah  sebuah keadaan dimana kita mengidolakan seseorang, faham, atau apapun itu. Fanatisme biasanya tidak rasional atau keyakinan sesorang yang terlalu kuat dan kurang menggunakan akal budi sehingga tidak menerima faham yang lain dan bertujuan mengejar sesuatu. Adanya fanatisme menimbulkan agresi dan sekaligus memperkuat keadaan individu dan mengalami deindividuasi untuk tidak terkontrol perilakunya.
Contoh : Bentrok antar suporter bola.

3. Rasialisme
Rasialisme adalah suatu pandangan berbeda terhadap kelompok dengan kelompok lain maupun. Kelompok tersebut mencakup ras, ciri fisik, dan agama. Penganut rasialisme disebut rasialis  yang merasa bahwa rasnya sendiri paling unggul dan menganggap ras lain rendah. Kategori ini mirip dengan fanatisme bahwasanya fanatisme berlebihan terhadap idola dan Rasialisme berlebihan terhadap ras atau keyakinan. Wujudnya adalah bentuk-bentuk tindakan yang “Membedakan”, “Membatasi”, atau “Memilih” hanya didasarkan pada ras dan etnis.
Contoh : Perang antar suku, membenci suku tionghoa yang dahulu sempat terjadi pembantaian besar-besaran suku tionghoa

4. Hallo Effect
Hallo effect adalah penilaian seseorang berdasarkan pendapat pribadi yang dilakukan secara sepintas/singkat dipengaruhi oleh penampilan pertama atau kesan pertama yang melekat pada orang yang dinilai. Halo effect ini dapat mempengaruhi evaluasi dan estimasi penilaian seseorang kepada orang yang dinilai.
Contoh :  Orang gendut dianggap kuat, orang kekar dianggap preman, orang hitam dianggap orang timur padahal semuanya itu belum tentu benar

Maka dari itu saya akan mengambil satu ilusi sosial yang pada bagiannya yaitu fanatisme yang terjadi di Indonesia pada belakangan ini, yaitu tentang fanatik kepada klub bola yang saling sikut antara suporter Persib Bandung dan Persija Jakarta. Fanatik yang terlalu berlebihan ini masih belum diketahui dengan pasti asal muasal rivalitas 2 kubu suporter ini. Namun telah banyak korban luka maupun korban jiwa dalam rivalitas 2 kubu ini.
Jika kita analisa dengan sensasi dan persepsi dapat disimpulkan bahwa alat penginderaan baik dalam mata,telinga, kulit dan lain hal sebagainya menjadikan bahwa bentrok itu sendiri menimbulkan kontak fisik pada kulit, sedangkan mata melihat dan menarik kesimpulan bahwa antara 1 suporter ini telah berbuyutan dan jika saja melihat seragam dengan warna biru yang dominan di pakai oleh Persib Bandung ini menjadikan bahwa berwarna biru akan tidak bisa berjalan dengan aman di kota Jakarta yang menjadi rivalnya.


Sedangkan menurut persepsi, seorang suporter Persija akan memiliki pendapat bahwa Persija adalah klub bola terbaik di Indonesia dan akan mengalahkan klub bola manapun yang berada di Indonesia. Sedangkan suporter Persib pun sebaliknya, mengenai hal rivalitas ini suporter lain yang tidak ada sangkutannya dengan 2 kubu ini akan berpendapat bahwa perkelahian suporter bola ini tidak berguna dan mungkin hanya membahayakan dirinya sendiri, sedangkan pendapat satu kubu antara suporter Persija maupun Persib akan berpendapat bahwa jika bentrok terjadi untuk mempertahankan harga diri jika klub bola kesayangannya dihina.




SUMBER :
- Pengantar.Psikologi.Umum

Senin, 06 Maret 2017

Peran Komunikasi sebagai hal penting berkaitan penanganan kasus psikologi

Seorang psikiater yang berperan penting dalam hal mengenai jiwa manusia yang acap kali menangani kasus atau masalah kejiwaan seseorang atau client atau kita bisa sebut dengan kata lain yaitu pasien. Seorang psikiater haruslah menilai pasien secara objektif dan harus bertatap muka dengan pasien agar dapat mengerti letak yang harus diluruskan, sebagaimana psikiater harus menilai dari tingkah laku, cara berkomunikasi baik verbal maupun non verbal pasien secara langsung agar menghindari kesalahan dalam menganalisa.

                        Sebagaimana pula bisa seperti profesi Dokter, pengamatan terhadap pasien sangatlah penting untuk menghilangkan keraguan dan tidak objektif. Maka dari itu sang Psikiater akan mengajak berbicara dengan pasien sehingga pasien mau untuk membicarakan apa yang dirasakan dan apa yang menganggu dalam kejiwaanya. Tujuannya untuk mencari solusi yang tepat agar pasien dapat pulih seperti sedia kala. Setelah psikiater cukup menganalisa hasil dari wawancara dengan pasien dan bisa untuk memakai Humanistic Approach (Humanistic Theory) pada teori psikologi humanistik ini adalah suatu pendekatan multifaset terhadap pengalaman dan tingkah laku manusia yang memusatkan perhatian pada keunikan dan aktualisasi diri manusia. Walaupun sejumlah ahli psikologi humanistik beranggapan bahwa ini adalah alternatif, namun sejumlah lain ahli psikologi humanistik beranggapan bahwa ini adalah pelengkap bagi penekanan tradisional behaviorisme dan psikoanalisis.

                        Pada akhrinya, setelah jelas keluhan pasien pada psikiater dan telah dianalisa oleh psikiater dengan teori tersebut maka psikiater dapat mengambil tindakan dan terapis terhadap pasien. Sebagaimana jika pasien mengeluh atas kekejaman perang yang terjadi di Indonesia ini seperti tanam paksa, kerja rodi dan traumatik karena hilangnya anggota keluarga maupun trauma psikis akibat suara desingan peluru sehingga timbul paranoid terhadap pasien. maka dari itu psikiater akan melakukan terapi secara bertahap sehingga pasien dapat kembali sedia kala, peran psikiater ini sendiri sangatlah penting untuk pemulihan kondisi pasien yang mengalami masalah dalam kejiwaanya.

                        Saran yang dapat saya kemukakan adalah seharusnya dari pihak keluarga yang ingin berkonsultasi maupun ingin melakukan terapis seharusnya lebih memberi motivasi sehingga pasien tidak sulit untuk diajak berbicara terhadap psikiater. Kendati demikian dukungan moral yang tidak pernah putus dari keluarga yang bersangkutan dapat mempermudah jalannya terapis dan menyelesaikan permasalahan yang ada. Jadi, kunci penting dalam hal ini adalah tetap menjaga komunikasi dengan baik antara pasien dengan keluarga, pasien dengan psikiater, dan keluarga dengan psikiater sehingga membuat jalannya terapis semakin mudah.


Referensi :
-        -  Psychology.The.Science.of.Mind.and.Behaviour
-       -   Psikologi komunikasi


Yudha Satrio Hutomo
7015210192