Selasa, 23 Mei 2017

hubungan antara motivasi dan emosi

pada kali ini saya akan menulis tentang hubungan antara motivasi dan emosi. Sebelum kita lebih jauh membahas tentang apa itu motivasi dan emosi, mari kita kenali terlebih dahulu satu persatu arti dari apa itu motivasi dan emosi pula kita akan membahas apakah keduanya terdapat hubungan.

menurut KBBI motivasi adalahmo·ti·va·si n 1 dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu; 2 Psi usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendak
sedangkan menurut psikologi motivasi adalah kekuatan, tenaga, keadaan yang kompleks, kesiapsediaan dalam diri individu untuk bergerak (motion) ke arah tujuan tertentu, baik disadari maupun tidak disadari.

faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi

·         Determinan yang berasal dari lingkungan ( kegaduhan, bahaya dari lingkungan, desakan guru, dll )

·         Determinan dari dalam diri individu ( harapan / cita-cita, emosi, instink, keinginan, dll )

·         Tujuan / insentif atau nilai dari suatu objek, factor-faktor yang berasal :

-  Dari dalam diri individu ( kepuasan kerja, tanggung jawab, dll  )

- Dari luar individu ( status, uang, dll )


4.     Usaha untuk menumbuhkan motivasi

·         Pelajaran yang diberikan berkaitan dengan pengalaman

·         Membiarkan seseorang mengembangkan bakat

·         Pelajaran yang diberikan sesuai dengan kehidupan sehari-hari

·         Mengembangkan bakat dan minat

Secara umum, kebutuhan-kebutuhan yang mendasari motivasi seseorang untuk melakukan sesuatu dapat digolongkan, yaitu :

Motif biologis : kebutuhan dasar untuk mempertahankan dan kelangsungan hidup manusia sebagai organisme.

Contoh :
Kebutuhan untuk makan, minum, menghirup oksigen
Kebutuhan reproduksi, beranak, jarena menyangkut kelangsungan hidup mahluk manusia sebagai spesies

Motif sosiologis, yaitu merupakan motif untuk mengadakan hubungan dengan orang lain. Motif ini berkembang atas dasar interaksi individu dalam masyarakat.

Motif teologis, yaitu yang mendorong manusia untuk mengadakan hubungan dengan Tuhan.
 

EMOSI
Sedangkan Kata emosi berasal dari bahasa latin, yaitu emovere, yang berarti bergerak menjauh. Arti kata ini menyiratkan bahwa kecenderungan bertindak merupakan hal mutlak dalam emosi. Menurut Daniel Goleman (2002 : 411) emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Emosi pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak.

Biasanya emosi merupakan reaksi terhadap rangsangan dari luar dan dalam diri individu. Sebagai contoh emosi gembira mendorong perubahan suasana hati seseorang, sehingga secara fisiologi terlihat tertawa, emosi sedih mendorong seseorang berperilaku menangis.

Emosi berkaitan dengan perubahan fisiologis dan berbagai pikiran. Jadi, emosi merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia, karena emosi dapat merupakan motivator perilaku dalam arti meningkatkan, tapi juga dapat mengganggu perilaku intensional manusia. (Prawitasari,1995)

Pengertian Emosi

Beberapa tokoh mengemukakan tentang macam-macam emosi, antara lain Descrates. Menurut Descrates, emosi terbagi atas : Desire (hasrat), hate (benci), Sorrow (sedih/duka), Wonder (heran), Love (cinta) dan Joy (kegembiraan). Sedangkan JB Watson mengemukakan tiga macam emosi, yaitu : fear (ketakutan), Rage(kemarahan), Love (cinta).

Daniel Goleman (2002 : 411) mengemukakanbeberapa macam emosi yang tidak berbeda jauh dengan kedua tokoh di atas, yaitu :
a. Amarah : beringas, mengamuk, benci, jengkel, kesal hati
b. Kesedihan : pedih, sedih, muram, suram, melankolis, mengasihi diri, putus asa
c. Rasa takut : cemas, gugup, khawatir, was-was, perasaan takut sekali, waspada, tidak tenang, ngeri
d. Kenikmatan : bahagia, gembira, riang, puas, riang, senang, terhibur, bangga
e. Cinta : penerimaan, persahabatan, kepercayaan, kebaikan hati, rasa dekat, bakti, hormat,  dan kemesraan
f. Terkejut : terkesiap, terkejut
g. Jengkel : hina, jijik, muak, mual, tidak suka
h. malu : malu hati, kesal

Seperti yang telah diuraikan diatas, bahwa semua emosi menurut Goleman pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak. Jadi berbagai macam emosi itu mendorong individu untuk memberikan respon atau bertingkah laku terhadap stimulus yang ada.

Dalam the Nicomachea Ethics pembahasan Aristoteles secara filsafat tentang kebajikan, karakter dan hidup yang benar, tantangannya adalah menguasai kehidupan emosional kita dengan kecerdasan. Nafsu, apabila dilatih dengan baik akan memiliki kebijaksanaan; nafsu membimbing pemikiran, nilai, dan kelangsungan hidup kita. 

Tetapi, nafsu dapat dengan mudah menjadi tak terkendalikan, dan hal itu seringkali terjadi. Menurut Aristoteles, masalahnya bukanlah mengenai emosionalitas, melainkan mengenai keselarasan antara emosi dan cara mengekspresikan (Goleman, 2002 : xvi).

Menurut Mayer (Goleman, 2002 : 65) orang cenderung menganut gaya-gaya khas dalam menangani dan mengatasi emosi mereka, yaitu : sadar diri, tenggelam dalam permasalahan, dan pasrah. Dengan melihat keadaan itu maka penting bagi setiap individu memiliki kecerdasan emosional agar menjadikan hidup lebih bermakna dan tidak menjadikan hidup yang di jalani menjadi sia-sia.

Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengertian adalah suatu perasaan (afek) yang mendorong individu untuk merespon atau bertingkah laku terhadap stimulus, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar dirinya.

jadi kesimpulannya bahwa, semakin intelegen seseorang akan semakin tinggi motivasi dalam diri individu tersebut yamg berpengaruh terhadap motivasi dalam dirinya. sebagaimana, seseorang yang ber-IQ tinggi akan tetap mengulang dan mengulang jika ia salah karena motivasi untuk berhasilnya yang tinggi. dalam sisi emosinya pun berkaitan terhadap emosinya yang lebih pandai dalam menekan emosinya agar tidak meledak-ledak karena seseorang yang bermotivasi tinggi akan berpikir bahwa emosi yang terlalu besar dikeluarkan hanya seseorang yang rendah dalam cara berpikirnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar