Seorang psikiater yang berperan penting dalam hal
mengenai jiwa manusia yang acap kali menangani kasus atau masalah kejiwaan
seseorang atau client atau kita bisa sebut dengan kata lain yaitu pasien. Seorang
psikiater haruslah menilai pasien secara objektif dan harus bertatap muka
dengan pasien agar dapat mengerti letak yang harus diluruskan, sebagaimana
psikiater harus menilai dari tingkah laku, cara berkomunikasi baik verbal
maupun non verbal pasien secara langsung agar menghindari kesalahan dalam menganalisa.
Sebagaimana
pula bisa seperti profesi Dokter, pengamatan terhadap pasien sangatlah penting
untuk menghilangkan keraguan dan tidak objektif. Maka dari itu sang Psikiater
akan mengajak berbicara dengan pasien sehingga pasien mau untuk membicarakan
apa yang dirasakan dan apa yang menganggu dalam kejiwaanya. Tujuannya untuk
mencari solusi yang tepat agar pasien dapat pulih seperti sedia kala. Setelah psikiater
cukup menganalisa hasil dari wawancara dengan pasien dan bisa untuk memakai
Humanistic Approach (Humanistic Theory) pada teori psikologi humanistik ini
adalah suatu pendekatan multifaset terhadap pengalaman dan tingkah laku manusia
yang memusatkan perhatian pada keunikan dan aktualisasi diri manusia. Walaupun sejumlah
ahli psikologi humanistik beranggapan bahwa ini adalah alternatif, namun
sejumlah lain ahli psikologi humanistik beranggapan bahwa ini adalah pelengkap
bagi penekanan tradisional behaviorisme dan psikoanalisis.
Pada
akhrinya, setelah jelas keluhan pasien pada psikiater dan telah dianalisa oleh
psikiater dengan teori tersebut maka psikiater dapat mengambil tindakan dan
terapis terhadap pasien. Sebagaimana jika pasien mengeluh atas kekejaman perang
yang terjadi di Indonesia ini seperti tanam paksa, kerja rodi dan traumatik
karena hilangnya anggota keluarga maupun trauma psikis akibat suara desingan
peluru sehingga timbul paranoid terhadap pasien. maka dari itu psikiater akan
melakukan terapi secara bertahap sehingga pasien dapat kembali sedia kala,
peran psikiater ini sendiri sangatlah penting untuk pemulihan kondisi pasien
yang mengalami masalah dalam kejiwaanya.
Saran
yang dapat saya kemukakan adalah seharusnya dari pihak keluarga yang ingin
berkonsultasi maupun ingin melakukan terapis seharusnya lebih memberi motivasi
sehingga pasien tidak sulit untuk diajak berbicara terhadap psikiater. Kendati demikian
dukungan moral yang tidak pernah putus dari keluarga yang bersangkutan dapat
mempermudah jalannya terapis dan menyelesaikan permasalahan yang ada. Jadi,
kunci penting dalam hal ini adalah tetap menjaga komunikasi dengan baik antara
pasien dengan keluarga, pasien dengan psikiater, dan keluarga dengan psikiater
sehingga membuat jalannya terapis semakin mudah.
Referensi :
- - Psychology.The.Science.of.Mind.and.Behaviour
- - Psikologi komunikasi
Yudha Satrio Hutomo
7015210192
Tidak ada komentar:
Posting Komentar