Minggu, 12 Maret 2017

ILUSI SOSIAL

ILUSI SOSIAL
Ilusi adalah pengamatan yang keliru, yaitu: peristiwa objektif yang diterima oleh indera ternyata ditangkap secara salah. Perangsangnya meragukan, atau memperdayakan dan semu sifatnya, sehingga subjek menginterprestasikan pengamatannya secara keliru. Sebagai contoh ketika melihat sulap, pesulap membuat obyek ditangkap berbeda oleh penonton
Sosial adalah segala yang berhubungan dengan manusia dalam kehidupan sehari-hari seperti hubungan antar manusia, hubungan manusia dengan kelompok manusia, maupun antar kelompok manusia. Pengertian ini menyatakan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa orang lain.
Sedangkan dalam ilusi sosial itu sendiri terbagi menjadi 4 bagian, yaitu :
1. Stereotip/stereotype
Stereotip adalah tanggapan tertentu terhadap individu atau kelompok yang dikenai prasangka. Individu yang stereotip terhadap suatu kelompok atau golongan, sikap stereotip ini sukar berubah, meskipun apa yang menjadi stereotip berbeda dengan kenyataan. Stereotip muncul dari media dan opini masyarakat.
Contoh : Orang timur dikenal bersifat pemarah,keras,perusak cenderung negatif. Padahal tidak semua orang timur seperti itu

2. Fanatisme
Fanatisme adalah  sebuah keadaan dimana kita mengidolakan seseorang, faham, atau apapun itu. Fanatisme biasanya tidak rasional atau keyakinan sesorang yang terlalu kuat dan kurang menggunakan akal budi sehingga tidak menerima faham yang lain dan bertujuan mengejar sesuatu. Adanya fanatisme menimbulkan agresi dan sekaligus memperkuat keadaan individu dan mengalami deindividuasi untuk tidak terkontrol perilakunya.
Contoh : Bentrok antar suporter bola.

3. Rasialisme
Rasialisme adalah suatu pandangan berbeda terhadap kelompok dengan kelompok lain maupun. Kelompok tersebut mencakup ras, ciri fisik, dan agama. Penganut rasialisme disebut rasialis  yang merasa bahwa rasnya sendiri paling unggul dan menganggap ras lain rendah. Kategori ini mirip dengan fanatisme bahwasanya fanatisme berlebihan terhadap idola dan Rasialisme berlebihan terhadap ras atau keyakinan. Wujudnya adalah bentuk-bentuk tindakan yang “Membedakan”, “Membatasi”, atau “Memilih” hanya didasarkan pada ras dan etnis.
Contoh : Perang antar suku, membenci suku tionghoa yang dahulu sempat terjadi pembantaian besar-besaran suku tionghoa

4. Hallo Effect
Hallo effect adalah penilaian seseorang berdasarkan pendapat pribadi yang dilakukan secara sepintas/singkat dipengaruhi oleh penampilan pertama atau kesan pertama yang melekat pada orang yang dinilai. Halo effect ini dapat mempengaruhi evaluasi dan estimasi penilaian seseorang kepada orang yang dinilai.
Contoh :  Orang gendut dianggap kuat, orang kekar dianggap preman, orang hitam dianggap orang timur padahal semuanya itu belum tentu benar

Maka dari itu saya akan mengambil satu ilusi sosial yang pada bagiannya yaitu fanatisme yang terjadi di Indonesia pada belakangan ini, yaitu tentang fanatik kepada klub bola yang saling sikut antara suporter Persib Bandung dan Persija Jakarta. Fanatik yang terlalu berlebihan ini masih belum diketahui dengan pasti asal muasal rivalitas 2 kubu suporter ini. Namun telah banyak korban luka maupun korban jiwa dalam rivalitas 2 kubu ini.
Jika kita analisa dengan sensasi dan persepsi dapat disimpulkan bahwa alat penginderaan baik dalam mata,telinga, kulit dan lain hal sebagainya menjadikan bahwa bentrok itu sendiri menimbulkan kontak fisik pada kulit, sedangkan mata melihat dan menarik kesimpulan bahwa antara 1 suporter ini telah berbuyutan dan jika saja melihat seragam dengan warna biru yang dominan di pakai oleh Persib Bandung ini menjadikan bahwa berwarna biru akan tidak bisa berjalan dengan aman di kota Jakarta yang menjadi rivalnya.


Sedangkan menurut persepsi, seorang suporter Persija akan memiliki pendapat bahwa Persija adalah klub bola terbaik di Indonesia dan akan mengalahkan klub bola manapun yang berada di Indonesia. Sedangkan suporter Persib pun sebaliknya, mengenai hal rivalitas ini suporter lain yang tidak ada sangkutannya dengan 2 kubu ini akan berpendapat bahwa perkelahian suporter bola ini tidak berguna dan mungkin hanya membahayakan dirinya sendiri, sedangkan pendapat satu kubu antara suporter Persija maupun Persib akan berpendapat bahwa jika bentrok terjadi untuk mempertahankan harga diri jika klub bola kesayangannya dihina.




SUMBER :
- Pengantar.Psikologi.Umum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar