ILUSI SOSIAL
Ilusi adalah pengamatan yang keliru, yaitu:
peristiwa objektif yang diterima oleh indera ternyata ditangkap secara salah.
Perangsangnya meragukan, atau memperdayakan dan semu sifatnya, sehingga subjek
menginterprestasikan pengamatannya secara keliru. Sebagai contoh ketika melihat
sulap, pesulap membuat obyek ditangkap berbeda oleh penonton
Sosial adalah segala yang berhubungan dengan manusia
dalam kehidupan sehari-hari seperti hubungan antar manusia, hubungan manusia
dengan kelompok manusia, maupun antar kelompok manusia. Pengertian ini
menyatakan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa
orang lain.
Sedangkan dalam ilusi sosial itu sendiri terbagi
menjadi 4 bagian, yaitu :
1. Stereotip/stereotype
Stereotip adalah tanggapan tertentu terhadap
individu atau kelompok yang dikenai prasangka. Individu yang stereotip terhadap
suatu kelompok atau golongan, sikap stereotip ini sukar berubah, meskipun apa
yang menjadi stereotip berbeda dengan kenyataan. Stereotip muncul dari media
dan opini masyarakat.
Contoh : Orang timur dikenal bersifat
pemarah,keras,perusak cenderung negatif. Padahal tidak semua orang timur
seperti itu
2. Fanatisme
Fanatisme adalah
sebuah keadaan dimana kita mengidolakan seseorang, faham, atau apapun
itu. Fanatisme biasanya tidak rasional atau keyakinan sesorang yang terlalu
kuat dan kurang menggunakan akal budi sehingga tidak menerima faham yang lain
dan bertujuan mengejar sesuatu. Adanya fanatisme menimbulkan agresi dan
sekaligus memperkuat keadaan individu dan mengalami deindividuasi untuk tidak
terkontrol perilakunya.
Contoh : Bentrok antar suporter bola.
3. Rasialisme
Rasialisme adalah suatu pandangan berbeda terhadap
kelompok dengan kelompok lain maupun. Kelompok tersebut mencakup ras, ciri
fisik, dan agama. Penganut rasialisme disebut rasialis yang merasa bahwa rasnya sendiri paling
unggul dan menganggap ras lain rendah. Kategori ini mirip dengan fanatisme
bahwasanya fanatisme berlebihan terhadap idola dan Rasialisme berlebihan
terhadap ras atau keyakinan. Wujudnya adalah bentuk-bentuk tindakan yang
“Membedakan”, “Membatasi”, atau “Memilih” hanya didasarkan pada ras dan etnis.
Contoh : Perang antar suku, membenci suku tionghoa
yang dahulu sempat terjadi pembantaian besar-besaran suku tionghoa
4. Hallo Effect
Hallo effect adalah penilaian seseorang berdasarkan
pendapat pribadi yang dilakukan secara sepintas/singkat dipengaruhi oleh
penampilan pertama atau kesan pertama yang melekat pada orang yang dinilai.
Halo effect ini dapat mempengaruhi evaluasi dan estimasi penilaian seseorang
kepada orang yang dinilai.
Contoh :
Orang gendut dianggap kuat, orang kekar dianggap preman, orang hitam
dianggap orang timur padahal semuanya itu belum tentu benar
Maka dari itu saya akan mengambil satu ilusi sosial
yang pada bagiannya yaitu fanatisme yang terjadi di Indonesia pada belakangan
ini, yaitu tentang fanatik kepada klub bola yang saling sikut antara suporter
Persib Bandung dan Persija Jakarta. Fanatik yang terlalu berlebihan ini masih
belum diketahui dengan pasti asal muasal rivalitas 2 kubu suporter ini. Namun telah
banyak korban luka maupun korban jiwa dalam rivalitas 2 kubu ini.
Jika kita analisa dengan sensasi dan persepsi dapat
disimpulkan bahwa alat penginderaan baik dalam mata,telinga, kulit dan lain hal
sebagainya menjadikan bahwa bentrok itu sendiri menimbulkan kontak fisik pada
kulit, sedangkan mata melihat dan menarik kesimpulan bahwa antara 1 suporter
ini telah berbuyutan dan jika saja melihat seragam dengan warna biru yang
dominan di pakai oleh Persib Bandung ini menjadikan bahwa berwarna biru akan
tidak bisa berjalan dengan aman di kota Jakarta yang menjadi rivalnya.
Sedangkan menurut persepsi, seorang suporter Persija
akan memiliki pendapat bahwa Persija adalah klub bola terbaik di Indonesia dan
akan mengalahkan klub bola manapun yang berada di Indonesia. Sedangkan suporter
Persib pun sebaliknya, mengenai hal rivalitas ini suporter lain yang tidak ada
sangkutannya dengan 2 kubu ini akan berpendapat bahwa perkelahian suporter bola
ini tidak berguna dan mungkin hanya membahayakan dirinya sendiri, sedangkan
pendapat satu kubu antara suporter Persija maupun Persib akan berpendapat bahwa
jika bentrok terjadi untuk mempertahankan harga diri jika klub bola
kesayangannya dihina.
SUMBER :
- Pengantar.Psikologi.Umum
Tidak ada komentar:
Posting Komentar