jadi pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai peristiwa di Gunung Semeru. namun sebelum mulai lebih lanjut kita bahas dulu asal muasal Gunung Semeru.
seperti yang dijelaskan oleh situs http://wisatabromo.com/sejarah-gunung-semeru/
Deskripsi: Mengetahui tentang Sejarah Gunung Semeru atau Legenda Puncak Gunung Mahameruyang saat ini menjadi salah satu gunung favorit untuk didaki oleh wisatawan. Alam semeru yang menggambarkan keindahan gunung ini membuat banyak orang tertarik untuk mengunjunginya.
Gunung adalah bagian dari permukaan bumi yang menjulang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah sekitarnya. Sebuah gunung yang menjadi daya tarik utama bagi para wisatawan lokal dan wisawan asing di kawasan pulau jawa terutama Jawa Timur adalah Gunung Semeru. Semeru dengan puncak ketinggian 3.676 M dari permukaan laut merupakan bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTN) ini banyak menyimpan sebuah misteri yang akan kita kupas tuntas yaitu Sejarah Gunung Semeru.
Sejarah dan legenda Gunung Semeru
Selain keindahan dan panorama alam yang begitu memukau ternyata Semeru mempunyai sebuah Sejarah yang menyimpan banyak mitos. Di ceritakan oleh masyarakat Jawa akan sejarah dan legenda gunung semeru yang di ambil dari kitab kuno abad ke 15 bahwasanya gunung Semeru atau puncak Mahameru di percaya sebagai tempat bersemayam para dewa tertinggi umat hindu yaitu dewa Siwa. Di katatakan pula bahwasanya tuhan mahatunggal yang bersemayam di puncak Mahameru di kenal sebagai gunung Himawan atau Kailasa.
Selain keindahan dan panorama alam yang begitu memukau ternyata Semeru mempunyai sebuah Sejarah yang menyimpan banyak mitos. Di ceritakan oleh masyarakat Jawa akan sejarah dan legenda gunung semeru yang di ambil dari kitab kuno abad ke 15 bahwasanya gunung Semeru atau puncak Mahameru di percaya sebagai tempat bersemayam para dewa tertinggi umat hindu yaitu dewa Siwa. Di katatakan pula bahwasanya tuhan mahatunggal yang bersemayam di puncak Mahameru di kenal sebagai gunung Himawan atau Kailasa.
Kata Semeru sendiri di ambil dari bahasa sangsekerta yaitu “Meru Agung” yang artinya pusat dari alam semesta baik secara fisik maupun spiritual. Semeru juga di artikan sebagai “Lingga Acala” Lingga mempunyai 2 arti kata, pertama sesuatu yang tidak bergerak dan yang kedua yaitu sesuatu yang bukan ciptaan manusia. dan kata Acala mempunyai arti gunung atau karang.
Melanjutkan isi Sejarah gunung Semeru atauLegenda gunung Semeru yaitu asal-usul gunung Semeru berasal dari negara mayoritas agama Hindu yaitu India yang di angkat ke pulau jawa. Pada zaman dahulu kala dewa tertinggi dalam hindu yaitu Hyang Siwa di perintahkan oleh Batara Guru untuk memindahkan puncak Gunung Mahameru dari Bharatawarsa india ke tanah Jawa. Perintah itu di lakukan karena kondisi tanah jawa pada saat itu terombang ambing dan tidak stabil. Gunung yang di bawa oleh dewa Siwa akhirnya di jatuhkan di sisi barat pulau jawa, namun berat gunung Meru membuat ujung pulau bagian timur terangkat ke atas. Lantas di di penggal separuh gunung meru tersebut dan dibawa serta di jatuhkan di ujung timur. dengan demikian kondisi tanah jawa menjadi seimbang.
Potongan utama yang di letakkan di ujung barat membentuk sebuah Gunung yang bernama Pawitra, yang kini dikenal dengan Gunung Pananggungan, dan bagian utama dari Gunung Meru yang berada di ujung timur, sekarang dikenal dengan nama Gunung Semeru.
Gunung Meru yang di bawa dari india dan di letakkan di pulau jawa tersebut tidak hanya membentuk 2 gunung saja tetapi ketika Puncak gunung Meru yang di bawa oleh dewa Siwa ke bagian timur pulau jawa tersebut ada yang berjatuhan dan tumbuh menjadi beberapa gunung kecil di antaranya ada Gunung Lawu 3.265 mdpl,Gunung Wilis 2.169 mdpl, Gunung Kelud 1.713 mdpl, Gunung Kawi 2.631 mdpl, Gunung Arjuna 3.339 mdpl, dan terakhir Gunung Kemukus 3.156 mdpl.
Semeru yang di kenal dengan gunung Suci, legenda dan misteri yang menyelimutinya, gunung ini mempunyai sebuah gapura ghaib yang hanya bisa di lihat oleh orang-orang yang mempunyai ilmu tinggi alam ghaib. Gapura itu di jaga sebuah arca yang saat ini di sebut dengan Arca Podo. sesuai namanya Arcopodo sebenarnya berasal dari kata “Arca dan Pada“, yang dalam bahasa Jawa Sangsekerta, PADA artinya sama. ”Jadi, Arca-Pada adalah Arca yang sama”
Pak Dwi Cahyono mengatakan bahwasanya Arca itu di percaya sebagai salah satu sosok sebutan dari Pandawa lima yaitu sebutan lima bersaudara, sebut saja arca Bima. Bima adalah seorang tokoh dari Pandawa yang paling kuat di antara saudaranya dalam kisah legenda Mahabharata yang selalu menakutkan bagi musuh. Jadi Arca Bima yang berada di gunung semeru bertugas sebagai menghalau bencana dari puncak Gunung Semeru yang aktif.
Menurut pandangan lain dari beberapa sumber sejarawan merujuk pada buku Prof. Soekmono. jadi Arcopodo adalah Arca perwujudan dari Dewa Kala dan Anukala yang mana para dewa itu mempunyai tugas untuk menjaga gerbang gapura candi pada gapura baratnya. Tidak hanya itu bagian timur, selatan dan utara juga di jaga oleh beberapa Dewa lain di antaranya penempatan para Dewa di gapura bagian timur dijaga oleh dewa Gana, gapura Selatan di jaga oleh dewa Agasti, dan untuk gapura bagian utara di jaga oleh dewa Gauri. Jadi para dewa itulah yang menjaga gerbang gapura menuju puncak Mahameru tempat tersuci.
Sekali lagi Gunung Semeru atau puncak Mahameru merupakan gunung suci, jadi jika anda berencana untuk mendaki gunung Semeru kami harapkan anda bisa menjaga sikap, omongan, dan menjaga kelestarian alam, serta tidak membuang sampah sembarangan.
Begitulah kisah singkat akan Sejarah dan legenda gunung Semeru atau ceirta rakya asal usul gunung Mahameru, hingga saat ini gunung Semeru oleh masyarakat tengger di percaya sebagai kediaman Dewa-Dewa atau mahluk halus.
namun itu menurut sejarah dalam agama Hindu, pula kita tidak membahas tentang horror atau menakutkan yang ada di Gunung Semeru melainkan kita akan membahas tentang keindahan Danau Ranukumbolo, Tanjakan Cinta, Oro-Oro Ombo dan lainnya.
Gunung Semeru ini sendiri di kenal sebagai Puncak tertinggi pertama yang ada dipulau Jawa dengan ketinggian 3676 Mdpl (Meter diatas permukaan laut). tentang lebih terkenal nya gunung ini yaitu sepertinya kita ingat dengan film 5Cm, film ini menceritakan dan mengekspos Gunung Semeru. memang dalam hal meraih keuntungan film ini memang sukses namun dalam kegagalan hal lain tidak bisa dipungkiri pula bahwa semakin membludaknya mereka pendaki yang tiba-tiba mendaki dan menjadi pendaki. maka dari itu perubahan signifikan terhadap ekosistem yang terdapat di gunung Semeru berubah, seperti hasil riset saya sendiri pribadi yaitu pada tahun 2011 sebelum pembuatan film 5Cm dan ketika kedua kalinya pada 2013 saya kembali kesana. perubahan sangatlah besar mulai dari danau yang semakin kotor, jalan setapak semakin kotor pula dan angka kematian yang tiba-tiba drastis naik pesat. lalu terakhir saya pada akhir tahun 2016 kembali kesana amat sangat pula perbedaan yang terasa. gunung sudah kehilangan GUNUNGNYA.
menurut saya sendiri, penanggulangan dari pihak pembuat film itu seharusnya mengeluarkan pendapat bahwa mendaki bukanlah sekedar mendaki dan apa saja tata cara menghormati penduduk sekitar, pula mencontohkan bahwa haruslah membawa kembali sampah yang turun.
dari sini saya akan menganalisis dengan teori belajar yang dikemukakan oleh Edward Lee Thorndike yaitu, Belajar merupakan proses interaksi stimulus dan respon. Stimulus adalah apa yang merangsang terjadinya kegiatan belajar. Respon adalah reaksi yang dimunculkan ketika belajar, juga dapat berupa gerakan atau tindakan.
maka dari sini saya mengaitkan dari pertama bahwa awal-awal sekitar 2010 kebawah, khalayak atau seseorang menganggap bahwa naik gunung itu sulit, sangatlah menyia-nyiakan waktu dan lain hal sebagainya. namun setelah tayang film 5Cm itu sendiri keluarlah pendapat bahwa gunung itu indah dan dia belajar dari tayangan itu bahwa naik gunung itu mudah dan respon yang ia dapatkan adalah ingin mendaki gunung tersebut.
namun bijaknya sebelum kita mencoba untuk mendaki, kita pula harus belajar dasar-dasar pendakian yang baik dan benar, maka dari situ pula respon yang kita dapat akan semakin merasakan aman kala kita mendaki gunung dan sudah sepatutnya respon yang kita dapat sesuai dengan cara belajar kita sebelum mendaki gunung.
- http://wisatabromo.com/sejarah-gunung-semeru/
- Sarwono, Sarjito W.(2009). Pengantar Psikologi Umum. Jakarta: Rajawali Pers.
namun itu menurut sejarah dalam agama Hindu, pula kita tidak membahas tentang horror atau menakutkan yang ada di Gunung Semeru melainkan kita akan membahas tentang keindahan Danau Ranukumbolo, Tanjakan Cinta, Oro-Oro Ombo dan lainnya.
Gunung Semeru ini sendiri di kenal sebagai Puncak tertinggi pertama yang ada dipulau Jawa dengan ketinggian 3676 Mdpl (Meter diatas permukaan laut). tentang lebih terkenal nya gunung ini yaitu sepertinya kita ingat dengan film 5Cm, film ini menceritakan dan mengekspos Gunung Semeru. memang dalam hal meraih keuntungan film ini memang sukses namun dalam kegagalan hal lain tidak bisa dipungkiri pula bahwa semakin membludaknya mereka pendaki yang tiba-tiba mendaki dan menjadi pendaki. maka dari itu perubahan signifikan terhadap ekosistem yang terdapat di gunung Semeru berubah, seperti hasil riset saya sendiri pribadi yaitu pada tahun 2011 sebelum pembuatan film 5Cm dan ketika kedua kalinya pada 2013 saya kembali kesana. perubahan sangatlah besar mulai dari danau yang semakin kotor, jalan setapak semakin kotor pula dan angka kematian yang tiba-tiba drastis naik pesat. lalu terakhir saya pada akhir tahun 2016 kembali kesana amat sangat pula perbedaan yang terasa. gunung sudah kehilangan GUNUNGNYA.
menurut saya sendiri, penanggulangan dari pihak pembuat film itu seharusnya mengeluarkan pendapat bahwa mendaki bukanlah sekedar mendaki dan apa saja tata cara menghormati penduduk sekitar, pula mencontohkan bahwa haruslah membawa kembali sampah yang turun.
dari sini saya akan menganalisis dengan teori belajar yang dikemukakan oleh Edward Lee Thorndike yaitu, Belajar merupakan proses interaksi stimulus dan respon. Stimulus adalah apa yang merangsang terjadinya kegiatan belajar. Respon adalah reaksi yang dimunculkan ketika belajar, juga dapat berupa gerakan atau tindakan.
maka dari sini saya mengaitkan dari pertama bahwa awal-awal sekitar 2010 kebawah, khalayak atau seseorang menganggap bahwa naik gunung itu sulit, sangatlah menyia-nyiakan waktu dan lain hal sebagainya. namun setelah tayang film 5Cm itu sendiri keluarlah pendapat bahwa gunung itu indah dan dia belajar dari tayangan itu bahwa naik gunung itu mudah dan respon yang ia dapatkan adalah ingin mendaki gunung tersebut.
namun bijaknya sebelum kita mencoba untuk mendaki, kita pula harus belajar dasar-dasar pendakian yang baik dan benar, maka dari situ pula respon yang kita dapat akan semakin merasakan aman kala kita mendaki gunung dan sudah sepatutnya respon yang kita dapat sesuai dengan cara belajar kita sebelum mendaki gunung.
- http://wisatabromo.com/sejarah-gunung-semeru/
- Sarwono, Sarjito W.(2009). Pengantar Psikologi Umum. Jakarta: Rajawali Pers.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar