Senin, 20 Maret 2017

Tidur dan long term memory

Terdapat beberapa pengertian Tidur Menurut Para Ahli. Tidur didefinisikan sebagai suatu keadaan bawah sadar dimana seseorang masih dapat dibangunkan dengan pemberian rangsang sensorik atau dengan rangsang lainnya (Guyton & Hall, 1997). Menurut Potter & Perry (2005), Tidur merupakan proses fisiologis yang bersiklus bergantian dengan periode yang lebih lama dari keterjagaan. Tidur merupakan kondisi tidak sadar dimana induvidu dapat dibangunkan oleh stimulasi atau sensor yang sesuai (Guyton dalam Aziz Alimul H) atau juga dapat dikatakan sebagai keadaan tidak sadarkan diri yang relatif, bukan hanya keadaan penuh ketenangan tanpa kegiatan, tetapi lebih merupakan suatu urutan siklus yang berulang, dengan ciri adanya aktifitas yang minim, memiliki kesadaran yang bervariasi terhadap perubahan fisiologis dan terjadi penurunan respon terhadap rangsangan dari luar.

Fase peralihan dari sadar ke tidur disebut sebagai pradormitium dan fase peralihan dari tidur kembali ke sadar disebut sebagai postdormitium. Di dalam ilmu kedokteran ilmu yang mempelajari gangguan tidur disebut sebagai somnologie.
Kebutuhan tidur dan istirahat yang sesuai sama pentingnya dengan kebutuhan nutrisi dan olahraga yang cukup bagi kesehatan. Menurut Hodgson (1991) dalam Potter & Perry (2005), kegunaan tidur masih belum jelas, namun diyakini tidur diperlukan untuk menjaga keseimbangan mental, emosional dan kesehatan. 

Tidur diperlukan untuk memperbaiki proses biologis secara rutin, selama tidur gelombang rendah yang dalam (NREM tahap IV), tubuh melepaskan hormon pertumbuhan manusia untuk memperbaiki dan memperbaharui sel epitel dan sel khusus seperti sel otak. Sintesa protein dan pembagian sel untuk pembaharuan jaringan seperti pada kulit, sumsung tulang, mukosa lambung terjadi juga selama tidur dan istirahat Oswold (1984) dalam Potter & Perry (2005) kegunaan tidur yang lain adalah selama tidur tubuh akan menyimpan energi.

Sedangkan korelasi antara suatu produk iklan selalu dikaitkan dengan psikologi yang berdampak akan selalu tersimpan dalam long-term memory. membuat target selalu teringat akan produk yang di luncurkan.
Dalam hal ini saya mengambil contoh produk iklan air minum ternama yaitu AQUA yang mana saya mengambil pula teori tentang short term memory atau memory jangka pendek yaitu jika suatu informasi masuk kedalam sebuah sistem otak dalam jangka waktu singkat dan tidak diulang maka informasi tersebut akan hilang, sedangkan long term memory adalah memory jangka panjang yaitu jika suatu informasi yang masuk kedalam sistem otak secara terus menerus akan tersimpan secara permanen.

Dalam ilmu komunikasi terdapat teori Agenda setting yaitu suatu teori yang mengagendakan suatu acara untuk mendapatkan perhatian penuh terhadap masyarakat agar masyarakat menganggap bahwa yang ditayangkan adalah prioritas, maka tidak asing jika suatu produk kala kita membuka mata atau ketika bangun tidur sudah ditayangkan iklan AQUA tersebut, setelah kita keluar rumah menuju sekolah, kampus maupun kantor akan kita lihat media lain untuk menyampaikan iklan tersebut seperti spanduk, baliho atau media lainnya.

Maka tidak asing lagi bagi kita untuk mengingat nama AQUA, dikarenakan pengulangan informasi yang sudah masuk kedalam long term memory bahkan telah terbawa sampai kita tertidur yang membuat semakin dalam memory kita akan suatu hal, contoh lain jika saja sebelum tidur seseorang memikirkan satu hal yang tidak bisa dilupakan maka bisa terbawa hingga mimpi karena mimpi adalah gambaran dalam memory kita yang telah tersimpan.

Sehingga, kesinambungan dalam tidur dan memory juga iklan itu sendiri sadar atau tanpa kita sadari informasi itu telah tersimpan sempurna dalam memory kita, bahkan terkadang iklan pun dapat terbawa dalam alam bawah sadar kita ketika kita telah tertidur lelap dan itu lah mengapa kita cepat mengetahui iklan itu sendiri karena sudah tersimpan dalam long term memory kita.

kata kunci : tidur, short term memory, long term memory, iklan.

Yudha Satrio Hutomo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar