Selasa, 11 April 2017

Silogisme

tulisan saya kali ini akan membahas tentang silogisme , apa itu silogisme ? mari kita telisik dan pelajari bersama.

Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme  disusun dari dua proposisi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan).


jadi 2 pernyataan yang saling berkaitan akan menimbulkan 1 kesimpulan dan terkadang hasil dari 2 pernyataan tersebut dapat menyesatkan cara berpikir kita sendiri , terlebih faktor keluarga, pendidikan, pengalaman, dan media adalah penyebab utama dari cara kita mengambil pernyataan.


seperti saya ambil contoh nya adalah :

premis 1 (pernyataan 1) : media Metro TV pro ahok

premis 2 (pernyataan 2) : Metro TV tidak akan benar pemberitaanya

konklusi atau kesimpulan : Metro TV lebih memihak Ahok dan pemberitaannya akan lebih berat sebelah atau pro Ahok.


terkadang pernyataan yang kita tarik tidak sesuai dengan kenyataan karena setiap pemberitaan Metro kita tidak akan pernah percaya sama sekali dengan pemberitaannya sekalipun itu fakta.

media pula akan menyajikan pemberitaan sesuai prosedur yang ada, namun karena premis atau pernyataan kita yang telah menarik kesimpulan menyesatkan tersebut terkadang akan menolak fakta yang ada.

maka sebaiknya sebelum kita menarik pernyataan seharusnya kita amati dan telisik sebaik mungkin tentang media tersebut , memang terkadang media pula provokatif dan akan memberikan premis-premis menyesatkan pula.

maka dari itu sebaiknya kita lebih berhati-hati akan segala sesuatu nya.

Senin, 03 April 2017

Memori dan kejadian

pada kesempatan kali ini saya akan menulis tentang memory, sebagaimana yang kita ketahui memory adalah salah satu hal penting yang terdapat dalam otak kita yaitu berfungsi untuk menyimpan informasi, reka kejadian dalam hidup kita, dan lain hal sebagainya yang berkaitan dengan penyimpanan didalam otak kita.

Maka dari itu sebelum kita lanjut untuk lebih dalam membahas tentang memory kita harus kenal lebih dalam tentang memory itu sendiri sebagaimana pepatah mengatakan "tak kenal, maka tak sayang".

jenis memori itu sendiri terbagi menjadi tiga bagian yaitu :
1.memori sensoris
Memori sensoris berkaitan dengan penyimpanan informasi sementara yang dibawa oleh pancaindera kita. Proses memori sensoris dapat dikatakan sebagai proses penyimpanan melalui jalur syaraf-syaraf sensoris yang berlangsung dalam jangka waktu yang sangat pendek.
2. Memori Jangka Pendek
Memori jangka pendek (Short Term Memory) atau working memory adalah suatu proses penyimpanan memori sementara, artinya informasi yang disimpan hanya dipertahankan selama memori tersebut masih dibutuhkan.
3.  Memori Jangka Panjang
Memori jangka panjang (Long Term Memory) adalah suatu proses penyimpanan informasi yang relatif permanen.
PROSEDUR TERBENTUKNYA MEMORI
Memori dalam otak berasal dari kontak antara panca indera dengan lingkungan. Memori terbentuk dari hasil kerja struktur yang ada dalam sistem syaraf pusat.

maka saya sebagai penulis mengangkat satu kejadian yang sampai hari ini tidak pernah terlupakan.
saya mengambil contoh, ketika saya menginjakan kaki pertama di Lombok, Nusa Tenggara Barat untuk pertama kalinya mendaki Gunung Rinjani.
berapa komponen yang mendukung dalam memori benar-benar merekam secara mendetail bagaimana mata melihat pemandangan yang menakjubkan, telinga mendengar kicauan burung yang indah nan syahdu, dan memori dalam otak saya merekam itu seakan-akan jikalau saya mendengar kicauan burung yang merdu mengalun seperti membawa saya kembali pada ingatana kala saya di Gunung Rinjani.
pengingatan itu terjadi dalam beberapa hari awal yang masuk dalam jangka pendek memori yang suatu saat dapat hilang, namun karena waktu yang saya rasakan di Gunung Rinjani yaitu 7 Hari atau 1 Minggu, maka pengulangan-pengulangan akan hal indah tersebut terus menerus tersimpan hingga sampai kedalam memori jangka panjang yang sudah melekat erat dalam memori otak yang tidak akan terlupakan.

analisa saya adalah sebagaimana informasi datang dan pergi itu pasti menggunakan panca indera kita. contoh, seperti dengan mata melihat, telinga mendengar
sedangkan kelanjutan setelah panca indera kita yang berfungsi baik lalu menyimpan informasi kedalam memori dan jika informasi tersebut tidak berulang atau bagi kita tidak prioritas maka kita akan melupakan atau memori hanyalah sampai disini saja.
namun, ketika informasi itu berulang-ulang dan kita anggap itu prioritas kita dan menyenangkan maka informasi tersebut dengan mudah sampai tahap memory jangka panjang dan tersimpan rapi dalam memori otak kita.

Yudha Satrio Hutomo